SINOPSIS
MURID
YANG MENGHIRAUKAN NASEHAT GURUNYA
pada sore hari datanglah cungkring kekampus untuk
mencari anggota paduan suara yang akan tampil di taman budaya narmada , pas di
kampus cungkring ini ketemu dengan dista disuruh kumpulkan kader anggotanya
unutk siapa aja yang akan ikut menjadi gerup paduan suara, tapi dista ini tidak
mau berjalan untuk mencari kader anggotanya, setelah dikumpulkan kader
anggotanya di lapangan depan gerbang kampus dista ini keras membantah perkataan
cungkring karna dia keberatan dengan apa yang dikatakan oleh cungkring.
pada siang hari di taman budaya narmada
semua gerub mulai latihan paduan suara datanglah penunggu taman budaya narmada
ini untuk menintruksikan kepada semua
gerup paduan suara, tapi dista ini masih saja tidak setuju dengan perintah apa
yang dikatakan olek penunggu taman budaya narnada ini, dista ini keras tidak
mau mengikuti apa yang dikatakan oleh penunggu taman budaya itu, setelah
selesai latihan semua paduan suara turun dari panggung, di belakang panggung
terjadi keributan antara dista dengan derijen atau pemandu gerup paduan suara..
terus dinasehati dista ini oleh derijen atau pemandu grup paduan suara tapi
dista ini tetap keras melawan pemandu grup paduan suaranya, dista ini disuruh
duduk oleh derijen atau pemandu grup paduan suara tapi dia tidak mau duduk, dista
ini tetap keras sambil berdiri memerotes perkataan drijennya atau pemandu grup
paduan suaranya..
keesokan harinya semua grup paduan suara
mulai siap siap untuk tampil dipanggung masih saja dista ini membuat keonaran
didalam barisan grup paduan suaranya karena dista masih tidak mau mengikuti
perkataan penunggu taman budaya dan pemandu grup paduan suaranya, sampai
selesai acara lansung dista ini disalahkan oleh seniornya agar tidak
mengulangkan kembali kelakuannya seperti itu lagi...
akhirnya dista menyadari apa yang
diperkatakan oleh seniornya agar tidak keras kepala lagi dalam melawan apa yang
dikatakan oleh seniornya.. dista mulai berpikir apa yang telah dikatakan oleh
seniornya...
NASKAH
DERAMA
MURID
YANG MENGHIRAUKAN NASEHAT GURUNYA
PENULIS
: IMAM ANSORI
Para Pelaku :
1.
DISTA,
Seorang Murid Paduan Suara
2.
CUNGKRING
3.
YULIATIN,
Seorang Pemandu Grup Paduan Suara
4.
PETUGAS
TAMAN BUDAYA
Pada suatu hari datang
cungkring kekampus untuk mencari grup paduan suara disuruh oleh seniornya yang
akan tampil di taman budaya narmada dalam acara seminar kesehatan pas dikampus
cungkring ketemu dengan dista, langsung dipanggil dista oleh cungkring..
Cungkring :
"Dista, kesini kamu?."
Dista : "Ya bang ada perintah."
Cungkring :
Kumpulkan kader_kader, anggota kamu
sekarang setelah selesai kuliahnya.
Dista : Siap bang, memang ada informasi tentang apa
bang?
Cungkring : kumpulin
aja dulu kader_kader, anggota kamu,
Dista
: siap bang,
Setelah dikumpulkan
kader_kader, anggotanya oleh dista dilapangan kampus depan gerbang cungkring
langsung mengasih tau informasi kepada semua kader_kader, anggotanya masalah
acara besok pagi yang dilaksanakan oleh ibu hj.Ermalena (ketua umum PPP),
cungkring disuruh mencari grup paduan suara maksimal 20 orang, tiba_tiba datang
yuliatin kekampus.
Cungkring :
Assalamualaikum.wr.wb...
All : Wa'alaikumsalam..wr..wb
Cungkring: Jadi begini
semuanya besok pagi ada acara ditaman budaya narmada.
Dista : acara apa bang?
Cungkring : acara
seminar kesehatan , dan saya disuruh dating kesini oleh senior saya untuk
mencari grup paduan suara
dsita : tapi bang ada kontribusinya disana
cungkring : tidak tau,
yuliatin : kalian ini masih saya memikirkan uang ,
jangan menjadi kader yang selalu memntingkan uang, ini intruksi dari senior
kita..
dista : ya, kalau tidak tanpa uang kak
bagaimana kita bisa hidup kak.
yuliatin : Dista, kamu
ini masih aja memikirkan uang, ini intruksi dari senior jangan membantah kamu
ini dista.
dista : ya kak, tapi
lok kita hanya ikut bernyanyi diatas panggung tidak ada yang kita dapat pas
selesainya lebih baik kita tidak mau.
yuliatin : diam kamu
dista jangan banyak bicara, kita di organisasi ini tidak pernah mengharapkan
uang , karena kita harus menjadi kader yang ulul albab.
dista : ya kak, tapi harus tetap konsekuen
ya kak dengan itu harus ada kontribusinya..
yuliatin : ya sudah dk, besok kita lihat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar