Kamis, 27 April 2017

makalah penelitian kuantitatif

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Aktivitas penelitian pada dasarnya sering dilakukan oleh manusia. Tidak hanya kalangan professor, doktor, atau juga mahasiswa. Secara tak sadar ketika seorang ibu melakukan pengamatan atas perkembangan anaknya jika dikorelasikan dengan susu formula yang diberikan, pada saat itulah sebenarnya ibu tersebut telah melakukan salah satu tindak penelitian. Demikian pula bapak tani ketika melakukan pengamatan atas jenis pupuk yang dipakai dikorelasikan dengan hasil panennya. Hanya saja penelitian itu tidak terstruktur dengan metode tertentu.
Mungkin karena dekatnya mahasiswa dengan label orang yang berpendidikan dan berilmu pengetahuan, ada masyarakat pedesaan yang menyebutkan kegiatan mahasiswa di desa adalah dalam rangka penelitian. Sehingga sebenarnya istilah penelitian ini memang tidak asing ditelinga masyarakat umumnya.
Penelitian itu sendiri memiliki banyak definisi. Supranto mendefinisikan penelitian sebagai suatu kegiatan untuk memperoleh data dan informasi yang berguna untuk mengetahui sesuatu, untuk memecahkan masalah, atau untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Sedangkan Sekaran mendefinisikan penelitian sebagai proses dengan berbagai langkah dalam menemukan solusi terhadap masalah yang problematik guna membantu manajer untuk membuat keputusan yang tepat.
Dari definisi diatas diperoleh kata kunci penelitian meliputi tiga hal yaitu proses, masalah dan pengambilan keputusan. Dan untuk sampai pada pengambilan keputusan diperlukan yang namanya metode untuk menganalisis data yang terkumpul. Adapun analisis data yang menggunakan teori dan rumus-rumus statistik dalam dunia penelitian disebut sebagai penelitian kuantitatif.
Dan dalam perkembangannya penelitian kuantittatif ini tidak hanya digandrungi oleh mahasiswa yang kuliah dijurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Tetapi sudah tidak jarang mahasiswa S1 maupun S2 yang mengambil pendekatan kuantitatif dalam penelitiannya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah definisi penelitian kuantitatif?
2.       Apa sajakah kelebihan dan kekurangan penelitian kuantitatif?
3.      apa saja ciri -ciri penelitian kuantitatif ?
4.      apa saja jenis –jenis penelitan kuantitatif ?
C.    Tujuan Pembahasan Masalah
1.      Untuk mengetahui definisi penelitian kuantitatif
2.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penelitian kuantitatif.
3.      Untuk mengetahui cirri-ciri penelitian kuantitatif.






















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table, grafik, atau tampilan lainnya. Namun bukan berarti penelitian kuantitatif bersih dari data yang berupa informasi kualitatif.
Penelitian kuantitatif dibangun oleh paradigma positivisme. Sebuah paradigma yang di ilhami oleh David Hume, John Locke, dan Berkeley yang menekankan pengalaman sebagai sumber pengetahuan dan memandang pengetahuan memiliki kesamaan hubungan dengan aliran filsafat yang dikenal dengan nama positivisme. Untuk selanjutnya penelitian kuantitatif dikembangkan oleh para penganut paham positiviesme yang dipelopori oleh August Comte. Mereka berpendapat bahwa untuk memacu perkembangan ilmu-ilmu social, maka metode metode Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) harus diadopsi ke dalam riset-riset ilmu social.
Berdasar pada paradigma di atas maka lingkup penelitian kuantitatif sama dengan besaran ruang lingkup social, seperti pendidikan, sosiologi, politik, ekonomi, hukum, administrasi, komunikasi dan sebagainya, karena semua objek kemasyarakatan menjadi objek dan ruang lingkup penelitian kuantitatif. Sehingga penelitian kuantitatif ini menekankan pada hasil survey yang berbeda dengan penelitian kualitatif yang menekankan pada studi kasus.
Secara lebih detail perbedaan antara penelitian kualitatif dengan kuantitatif dijabarkan dalam table berikut:



Tabel 1. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kuantitatif
No
Unsur
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitatif
1
Kejelasan Unsur
Tujuan, pendekatan, subjek, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak awal
Subjek sampel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih flexsibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan
2
Langkah penelitian
Segala sesuatu di rencanakan sampai matang ketika persiapan disusun
Baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai
3
Sampel dan populasi
Dapat menggunakan sampel dan hasil penelitiannya diberlakukan untuk populasi
Tidak dapat menggunakan pendekatan populasi dan sampel. Dengan kata lain dalam penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi dan sampel, istilah yang digunakan adalah setting. Hasil penelitia hanya berlaku bagi setting yang bersangkutan.
4
Hipotesis
a.    Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian
b.    Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan
Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian terbuka.
5
Desain
Dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan
Desain penelitiannya adalah flexible dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
6
Pengumpulan data
Kegiatan pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan
Kegiatan pengumpulan data harus selalu dilakukan oleh peneliti sendiri.
7
Analisis data
Dilakukan sesudah semua data terkumpul
Dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.
8
Pemberi Informasi
Disebut responden
Disebut informan
9
Data
Berupa data kuantitatif atau dalam bentuk angka
Berupa narasi dan angka
10
Instrumen penelitian
Berupa kuisioner yang tidak boleh diinterpretasikan oleh pengedar kuisioner dan tidak juga boleh ditambah atau dikurangi
Instrument penelitian adalah peneliti sendiri, sehingga peneliti harus konseptual dan teoritikal.
B.     Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Kuantitatif
1.      Kelebihan Metode Kuantitatif
a)      Dapat digunakan untuk menduga atau meramal.
b)       Hasil analisis dapat diperoleh dengan akurat bila digunakan sesuai aturan.
c)       Dapat digunakan untuk mengukur interaksi hubungan antara dua atau lebil variabel.
d)      Dapat menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks dan rumit dalam sebuah model.
2.       Kekurangan Metode Kuantitatif
a)      Berdasarkan pada anggapan-anggapan (asumsi)
b)       Asumsi tidak sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang jauh maka kemampuannya tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan.
c)       Data harus berdistribusi normal dan hanya dapat digunakan untuk menganalisis data yang populasi atau sampelnya sama.
d)      Tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan (sampel) yang jumlahnya sedikit (> 30).
C.    Ragam Penelitian Kuantitatif
Ragam atau jenis penelitian kuantitatif digolongkan menjadi beberapa macam. Ragam penelitian ini dibuat sebanyak mungkin untuk menghindari terjadinya tumpang tindih antara ragam yang satu dengan lainnya. Namun meski demikian kategorisasi ini tidak harus diikuti, karena pada prakteknya tidak jarang terjadi pengabungan satu dua ragam penelitian guna menyesuaikan satu model penelitian dengan masalah yang dihadapi. Hal ini bisa disebabkan oleh kompleknya akibat dari gejala dan variable yang ada di masyarakat. Berikut table ragam penelitian menurut jenis penggolongannya.
Tabel 2. Ragam penelitian Kuantitatif.
No
Penggolongan Menurut
Ragam Penelitian
1
Tujuan
a.         Eksplorasi
b.         Pengembangan
c.         Verifikasi
2
Pendekatan
a.         Longitudinal
b.         Cross sectional
c.         Kuantitatif
d.        Survei
e.         Assessment
f.          Evaluasi
g.         Action Reserch
3
Tempat
a.         Library
b.         Laboratorium
c.         Field
4
Bidang ilmu
a.         Pendidikan
b.         Agama
c.         Manajemen
d.        Komunikasi
e.         Administrasi
f.          Bahasa
g.         Hokum
h.         Sejarah
i.           Antropologi
j.           Sosiologi
k.         Filsafat, dl
5
Taraf Penelitian
a.         Deskriptif
b.         Eksplanasi
6
Saat Terjadinya Variabel
a.         Historis
b.         Ekspos-Fakto
c.         Eksperimen

D.    Jenis-Jenis Metode Penelitian Kuantitatif Menurut Ahli
Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, ada beberapa metode penelitian yang termasuk pada penelitian kuantitatifJenis-jenis metode penelitian kuantitatif menurut  para ahli diantaranya adalah:
1.      Metode Deskriptif
Menurut Whitney (1960),  metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku salam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan kegiatan, sikap, pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena. Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya (Best, 1982:119) .
2.      Metode Komparatif
Metode Komparatif adalah metode yang digunakan dalam  penelitian  yang diarahkan   untuk mengetahui apakah antara dua variable ada perbedaan dalam suatu aspek yang diteliti. Dalam penelitian ini tidak ada manipulasi dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alami, dengan mengumpulkan data dengan suatu instrument. Hasilnya dianalisis secara statistik untuk mencari perbedaan variable yang diteliti .
3.      Metode Korelasi
Metode Korelasi adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti. Penelitian dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta tersebut berdasarkan kerangka pemikiran tertentu
4.      Metode Survei
Menurut Zikmund (1997) “metode penelitian survei adalah satu bentuk teknik penelitian di mana informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang, melalui pertanyaan-pertanyaan”, menurut Gay & Diehl (1992) “metode penelitian survei merupakan metode yang digunakan sebagai kategori umum penelitian yang menggunakan kuesioner dan wawancara”, sedangkan menurut Bailey (1982)
“metode penelitian survei merupakan satu metode penelitian yang teknik pengambilan datanya dilakukan melalui pertanyaan – tertulis atau lisan” .

E.     CIRI-CIRI PENELITIAN KUANTITATIF

Berikut adalah ciri – ciri penelitian Kuantitatif :

1)      Didominasi data Kuantitatif

Pada penelitian kuantitatif, data yang digunakan didominasi data kuantitatif yaitu data yang dalam pengukurannya menggunakan rumus statistik dan hasilnya berupa angka-angka. Data kuantitatif (Kriyantono,2012) bersifat konkret karena dapat dikuantitaskan berupa angka-angka serta bersifat objektif dan bisa ditafsirkan oleh semua orang.

Menurut Rachmat Kriyantono dalam bukunya “Teknik Praktis Riset Komunikasi”, ada data kuantitatif yang murni sejak awal keberadaannya sudah dalam bentuk kuantitatif, namun ada data kuantitatif yang merupakan hasil transformasi dari data kualitatif. Artinya data kualitatif yang diubah kedalam bentuk kuantitatif. Dalam riset tidak semua hasil pengukuran berbentuk kuantitatif, namun memungkinkan berbentuk kualitatif berjenjang, misalnya sangat suka, suka, tidak suka. Meski bersifat kualitatif, namun data tersebut dapat dianalisis menggunakan statistik (Kriyantono,2012,hlm 39).

2)      Alat Ukur Terpisah dari Diri Peneliti

Dalam riset kuantitatif, periset dituntut bersikap objektif dan memisahkan diri dari data. Artinya periset tidak boleh membuat batasan konsep maupun alat ukur data sekehendak hatinya sendiri. Semuanya harus objektif dengan diuji dahulu apakah batasan konsep dan alat ukurnya sudah memenuhi prinsip reliabilitas dan validitas. Dengan kata lain, periset berusaha membatasi konsep atau variabel yang diteliti dengan cara mengarahkan riset dalam setting  yang terkontrol, lebih sistematik dan terstruktur dalam sebuah desai riset. Desain riset ini sudah harus ditentukan sebelum riset dimulai. Karena periset harus menjaga sifat objek maka dalam analisis datanya pun, periset tidak boleh mengikutsertakan analisis dan interpretasi yang bersifat subyektif. Karena itu digunakan uji statistik untuk menganalisis data (Kriyantono,2012, hlm 55-56).

3)      Desain Penelitian Ditentukan Di awal

Desain atau rancangan penelitian adalah (Wisadirana,2005) langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penelitian mulai dari menetapan pendekatan, metode penelitian, teknik sampling, penyusunan instrument untuk pengumpulan data, teknik pengumpulan data dan rencana analisis data. Macamnya desain penelitian tergantung pada tujuan dan macamnya penelitian.

Prosedur riset pada dasarnya berupa tahapan-tahapan atau proses yang harus dilalui dalam melakukan riset. Desai riset ini pada dasarnya memudahkan periset agar proses risetnya terarah dan sistematis. Gambaran tertulis dari tahapan-tahapan tersebut dikenal sebagai sebuah “desain riset” atau “sistematika riset” (Kriyantono,2012,hlm 88).

*       
*       
*       


*       
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. penelitian kuantitatif dikembangkan oleh para penganut paham positiviesme yang dipelopori oleh August Comte. Mereka berpendapat bahwa untuk memacu perkembangan ilmu-ilmu social, maka metode metode Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) harus diadopsi ke dalam riset-riset ilmu social. Berdasar pada paradigma di atas maka lingkup penelitian kuantitatif sama dengan besaran ruang lingkup social, seperti pendidikan, sosiologi, politik, ekonomi, hukum, administrasi, komunikasi dan sebagainya.
Kelebihan metode kuantitatif Dapat digunakan untuk menduga atau meramal. Hasil analisis dapat diperoleh dengan akurat bila digunakan sesuai aturan. Dapat digunakan untuk mengukur interaksi hudungan antara dua/lebih variabel. Dapat menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks dan rumit dalam sebuah model. Kekurangan metode kuantitatif Berdasarkan pada anggapan-anggapan (asumsi) Asumsi tidak sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang jauh maka kemampuannya tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan. Data harus berdistribusi normal dan hanya dapat digunakan untuk menganalisis data yang populasi/sampelnya sama. Tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan (sampel) yang jumlahnya sedikit (> 30)









DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

REGENERASI MUDA YANG BERAKHLAK MULIA

mesalengblogspot.com _ Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa sebab di tangan mereka masa depan bangsa ini akan berganti. Sehingg...