Selasa, 19 Oktober 2021

REGENERASI MUDA YANG BERAKHLAK MULIA

mesalengblogspot.com _ Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa sebab di tangan mereka masa depan bangsa ini akan berganti. Sehingga, perlu dipersiapkan mental dan spiritual yang kuat guna membentuk generasi yang bermoral serta berakhlak mulia.
 

“Kita ingin agar penerus ke depan adalah generasi yang memiliki keimanan  dan ketaqwaan yang kuat. Sehingga mampu membentuk diri pribadi yang selain berbudi luhur juga memiliki kecerdasaan intelektual tinggi. Sebab, generasi penerus adalah penentu nasib bangsa. "kata ketua panitia maulid nabi saw (muma yadi), momentum menyambut bulan kelahiran nabi muhammad saw" Menurut dia, momen kelahiran nabi besar muhammad saw atau 12 rabiul awal ini hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan  juga keyakinan dan kejujuran untuk melakukan atau menegakkan kebenaran.
 

Karenanya, pada bulan penuh berkah ini di bulan kelahiran rasullah saw  bagi Umat Islam memiliki banyak sejarah dan nilai-nilai teladan yang terkandung di dalamnya. Sehingga, sejarah yang mengandung nilai dan akidah untuk kebaikan ini haruslah diteladani generasi penerus.

Pada saatnya para generasi penerus menerima tomgkat estafet dalam  tampuk kepemimpinan tidak dalam keadaan rapuh mental dan spiritual serta lemah ilmu pengetahuan (kecerdasan intelektual).
Selain itu, mengambil hikmah yang terkandung dalam Bulan Muharram dapat dijadikan upaya antisipasi terhadap arus perubahan prilaku yang cepat akibat pengaruh dunia luar dengan meningkatkan amal ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT.   
“Dalam menyongsong kelahiran nabi beasr kita Nabi Muhammad SAW ini agar nilai-nilai dan akidah kebaikan dan kebenaran itu bersamayam dalam diri dan hati untuk dapat diamalkan. Apalagi, kebaikan dan kejujuran itu saat ini sudah mulai pudar hanya karena pengaruh globalisasi dan arus keterbukaan yang tidak terkendali. Kondisi ini harus diantisipasi dengan Qur’an dan hadist,” 

kita sebagai regenerasi muda harus mempunyai  kreatif dan merubah diri agar dihadapan masyarakat menjadi agen of cahnge dan agen of control, kalau tidak mulai dari sekarang kapan lagi kita membuat suatu perubahan dikampung halaman kita sendiri agar bagaimana sebagai generasi muda. 

pada bulan rabiul awal tahun ini kita sebagai genarasi muda dari sini kita banyak belajar untuk merubah diri agar kita sebagai gerasi muda penerus bangsa meningkatkan akhlak mulia dihadapn semua orang karena ini akan mejadi sebuah contoh untuk genrasi seterusnya. 


Senin, 31 Agustus 2020

RPP BAHASA INDONESIA KELAS 10

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Satuan Pendidikan          :  MA

Kelas/Semester                :  X/1

Mata Pelajaran                 :  Bahasa Indonesia

Topik                                :  Komunikasi dalam Kehidupan

 Pertemuan Ke-                 :

Alokasi Waktu                   :  2 jam pelajaran

 

A.       Kompetensi Inti

1.       Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2.       Menghayati dan mengamalkan perlaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3.       Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kemanusiaan, kebangsaan, kenegaran, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan mintanya untuk memecahkan masalah.

4.       Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

 

B.       Kompetensi Dasar

3.1   Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa

3.2   Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenaipermasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik

3.3 Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan.

3.4  Menginterpretasi makna teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik secara lisan maupun tulisan

.

C.      Indikator Pencapaian Kompetensi

a.    Menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa

b.    Memiliki sikap tanggung jawab peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuatanekdot baik melalui lisan maupun tulisan dengan kreatif

c.    Mengidentifikasi struktur dan kaidah pembuatan anekdot dalam bahasa bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tulisan

d.    Menyusun dengan tepat teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan dengan tepat.

 

D.      Tujuan Pembelajaran

Setelah proses pembelajaran siswa dapat mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya dalam menyusun  anekdot sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.

 

E.       Materi Pembelajaran

·      Ragam (Bentuk) Bahasa

a.    Bahasa lisan meliputi:

-          Ragam bahasa cakapan

-          Ragam bahasa pidato

-          Ragam bahasa kuliah

-          Ragam bahasa panggung

    Ciri-ciri bahasa lisan:

-          langsung;

-          tidak terikat ejaan tetapi terikat situasi pembicaraan

-          tidak efektif

-          kalimatnya pendek-pendek

-          kalimat sering terputus-  tidak lengkap

-          lagu kalimat situasional

 

 

 

b.    Bahasa tulisan meliputi:

-          ragam bahasa teknis;

-          ragam bahasa undang-undang;

-          ragam bahasa catatan; dan

-          ragam bahas surat.

    Ciri-ciri ragam bahasa tulis:

-          santun;

-          efektif;

-          bahasa disampaikan sebagai upaya komunikasi satu pihak;

-          ejaan digunakan sebagai pedoman; dan

-          penggunaan kosa-kata pada dasarnya sudah dibakukan.

 

·       Kaidah Bahasa Indonesia

a.         Ejaan dan pungtuasi

b.        Kata baku dan tidak baku

·       Pengertian dan konsep anekdot

·       Penggunaan Bahasa Indonesia sesuai dengan konteks

 

F.       Alokasi waktu

2 x 45 Menit

 

G.      Strategi/Metode/Pendekatan Pembelajaran

a.         Model Pembelajaran Saintifik

b.        Metode: eksplorasi, elaborasi, konfirmasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

H.      Kegiatan Pembelajaran

 

KEGIATAN

DESKRIPSI KEGIATAN

ALOKASI WAKTU

Pendahuluan

1.    Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.

2.    Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3.    Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

 

 

Inti

1.    Siswa mendapatkan fotokopi anekdot dan nego- siasi dari koran yang dibagikan  guru.

2.    Siswa mencermati penggunaan bahasa dan kaidah penulisan anekdot dan negosiasi pada koran

3.    Siswa menganalisis penggunaan kaidah bahasa Indonesia dalam tulisan tersebut.

4.    Siswa mengidentifikasi kata atau kalimat yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

5.    Siswa merespon pertanyaan tentang hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan kaidah bahasa Indonesia.

6.    Siswa mengamati dan mendata objek yang akan dijadikan bahan tulisan.

7.    Siswa menuliskan hasil pengamatan ke dalam rubrik yang telah disediakan tentang penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan konteks

8.    Siswa mempresentasikan melalui permainan peran, kemudian saling mengoreksi hasil presentasi tersebut dengan memberikan saran perbaikan untuk penyempurnaan.

9.    Siswa memperbaiki hasil tulisan berdasarkan saran dari kelompok lain sesuai dengan rubrik yang diberikan oleh guru.

10. Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan yang dialami saat menulis.

11. Siswa menyimak umpan balik dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam menulisdan hasil observasi guru pada saat siswa berdiskusi.

12. Siswa menyempurnakan kembali hasil tulisannya berdasarkan umpan balik dari kelompok lain dan guru.

13. Guru memberikan penghargaan terhadap tulisan yang terbaik dari kelompok.

 

Kegiatan Penutup

1.    Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran

2.    Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan.

3.    Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

I.         SUMBER/MEDIA PEMBELAJARAN

 

  1. Sumber                :
  2. Media   : Poster, anekdot dalam surat kabar

 

 

J.        Penilaian Proses dan Hasil Belajar

 

Indikator Pencapaian Kompetensi

Teknik Penilaian

Bentuk Instrumen

a.   Menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa

Penilaian Observasi

 

Lembar penilaian sikap

 

 

b.   Memiliki sikap tanggung jawab] peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot baik melalui lisan maupun tulisan dengan kreatif

1.    Penilaian Observasi kinerja penulisan laporan.

1.     Tes tertulis.

2.     Rubrik penilaian kinerja.

c.   Mengidentifikasi struktur dan kaidah pembuatan anekdot dalam bahasa bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tulisan

d.   Menyusun dengan tepat teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan.

1.    Latihan menyusun teks anekdot,.

1.    Lembaran tugas latihan.

2.    Rubrik penilaian latihan.

 

Lampiran 1 Lembar Pengamatan

 

LEMBAR PENGAMATAN SIKAP

Mata Pelajaran  :..................................................................................................

Kelas/Semester:....................................................................................................

Tahun Ajaran     :....................................................................................................

Waktu Pengamatan: ............................................................................................

Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

 

No.

Nama Siswa

Penggunaan Diksi

Keefektifan Kalimat

Kesesuaian konteks

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan

1                     = kurang

2                     = sedang

3                     = baik

4                     = sangat baik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2:  Lembar Pengamatan

 

LEMBAR PENGAMATAN PERKEMBANGAN AKHLAK DAN KEPRIBADIAN

Mata Pelajaran  :..................................................................................................

Kelas/Semester:....................................................................................................

Tahun Ajaran     :....................................................................................................

Waktu Pengamatan: ............................................................................................

Karakter yang diintegrasikan dan dikembangkan adalah kerja keras dan tanggung jawab.

Indikator perkembangan karakter kreatif, komunikatif, dan kerja keras

1.       BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas

2.       MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten

3.       MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas yang  cukup sering dan mulai ajeg/konsisten

4.       MK (membudaya) jika menunjukkan adanya  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten

 

Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

No.

Nama Siswa

Kreatif

Komunikatif

Kerja keras

BT

MT

MB

MK

BT

MT

MB

MK

BT

MT

MB

MK

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pedoman Penskoran

 

Aspek

Skor

Siswa menjawab pernyataan benar dengan alasan benar

3

Siswa menjawab pernyataan benar tapi tidak didukung oleh alasan benar

2

Siswa menjawab pernyataan salah

1

SKOR MAKSIMAL

6

 

 

Soal Nomor 2 dan 3

Rubrik penilaian

No.

Kriteria Penilaian

Skor

Bobot

1.

Pilihan kata

a.   tepat dan sesuai

b.   kurang tepat dan sesuai

c.    tidak tepat dan sesuai

 

3

2

1

 

 

5

2.

Kalimat

a.   mudah dipahami

b.   sedikit sulit dipahami

c.    sulit dipahami

 

2

1

0

 

 

3

3.

Ejaan dan tanda baca

a.   tidak ada yang salah

b.   sedikit yang salah

c.    banyak yang salah

 

2

1

0

 

 

2

 

 

 

Jakarta, Juni 2013

 

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

 

REGENERASI MUDA YANG BERAKHLAK MULIA

mesalengblogspot.com _ Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa sebab di tangan mereka masa depan bangsa ini akan berganti. Sehingg...