Senin, 04 November 2019

Sinopsis "Orang Tua Kita Juga Pejuang" Karya : Imam Anshori

http//:mesalengblogspot.com

SINOPSIS “ORANG TUA KITA JUGA PEJUANG”
Hallo Sahabat’
Didalam sinopsis ini menceritakan  tentang bagaimana orang tua kita yang susah payah untuk memperjuangkan untuk bagaimana keturunannya menjadi orang yang dipandang dan pintar , dan bias membuktikan bahwa anak meraka bias berkarya dan sukses. Karena kedua orang  tua kita juga berani berkorban untuk mempertaruhkan nyawanya demi anaknya, karena mereka berangkat kerja dari pagi terkadang dia pulang sampai malam dan terkadang tak tertentu mereka pulang untuk menapkahi anaknya.
Tak perlu mereka akhirnya merelakan waktu mereka untuk bagaimana menapkahi anaknya karena tidak bidak bias kita pungkiri sebagai anak dan tak bias bagaimana kita membalas jasa mereka sebagai orang tua kita.
Satu kata yang mungkin mudah sekali mengucapkannya, tapi tidak semudah melakukan.Terkadang kita sudah merasa berkorban demi orang lain, namun tak jarang apa yang kita lakukan tidak dianggap sama sekali.
Sejatinya berkorban itu erat dengan kata keikhlasan. Tak perlu menuntut orang untuk menganggap dan menilai apa yang sudah kita lakukan. Tapi, belajarlah berbuat sebaik mungkin dengan tujuan menabung bekal kebaikan.
Ya, karena alasan itulah seringkali saya hanya bisa tersenyum ketika orang-orang menganggap saya sudah berkorban untuk orang-orang terdekat. Saya hanya berbuat sebagaimana saya ingin diperlakukan. Tapi, ketika orang menilai lebih, cukuplah pujian itu dikembalikan kepada yang lebih berhak untuk dipuji.
Karena bagi saya, apa yang saya lakukan untuk kedua orangtua, belum setimpal dengan apa yang sudah mereka lakukan. Saya hanya bisa meringankan beban dalam hitungan tahun. Tapi, kedua orangtua saya sudah berkorban dari sejak saya belum terlahir ke dunia ini.
Dalam hidup saya, Mamah dan Bapaklah yang sudah sangat berjasa dan banyak berkorban untuk saya. Diberi cobaan penyakit sejak kecil hingga dewasa membuat Mamah dan Bapak direpotkan oleh saya. Bukan hanya berkorban materi, tapi pikiran dan waktu pun habis tercurahkan untuk saya.
Mamah rela tidak tidur bermalam-malam ketika penyakit saya sedang kambuh. Mamah juga rela menggendong saya kemana-kemana saat saya terkulai lemas karena sakit. Beliau dengan telaten mengurus saya setiap saat. Bahkan Mamah kehilangan me time nya karena waktunya habis mengurusi saya
 
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REGENERASI MUDA YANG BERAKHLAK MULIA

mesalengblogspot.com _ Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa sebab di tangan mereka masa depan bangsa ini akan berganti. Sehingg...